Hal yang Biasanya Membuat Servis Mobil Anda Tidak Maksimal
Servis mobil secara rutin memang perlu dilakukan. Dengan demikian, kendaraan Anda tetap dalam kondisi prima saat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, risiko perbaikan besar yang membutuhkan biaya lebih tinggi juga dapat diminimalkan.
Namun, berbagai hal berpotensi membuat servis menjadi tidak optimal. Sayangnya, hal-hal tersebut sering dilakukan oleh para pemilik kendaraan. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.
Hal yang Membuat Servis Mobil Tidak Optimal
Servis biasanya dilakukan dalam waktu atau jarak kilometer tertentu. Saat aktivitas ini berlangsung, pengecekan maupun penggantian bagian tertentu sering dilakukan sesuai kebutuhan mobil. Hindari hal-hal di bawah ini agar servis menjadi maksimal:
-
Menggunakan Oli dengan Spesifikasi yang Salah
Perlu Anda ketahui bahwa masing-masing mesin mobil mempunyai kerapatan celah komponen berbeda. Hal ini membuatnya membutuhkan oli bertingkat kekentalan spesifik dan belum tentu sama dengan mesin lainnya.
Bila Anda memakai oli yang terlalu kental, maka pompa akan bekerja lebih keras. Alhasil, bahan bakar menjadi lebih boros diikuti dengan tarikan gas keras. Namun bila terlalu encer, komponen tidak bisa dilumasi dengan maksimal sehingga mudah aus.
-
Menggunakan Suku Cadang Palsu
Suku cadang palsu umumnya dijual dengan harga lebih murah. Itulah mengapa banyak pemilik mobil yang tergiur untuk menggunakannya. Sayangnya, kualitas dan daya tahannya tidak sama dengan suku cadang asli.
Spare part palsu tersebut akan lebih mudah aus atau rusak sehingga membutuhkan penggantian dalam waktu singkat. Selain itu, ukurannya tidak selalu presisi sehingga dapat merusak komponen lain bila bergesek secara berlebihan.
-
Sering Berpindah Bengkel
Banyak pemilik memilih bengkel yang berbeda setiap melakukan servis mobil karena berbagai alasan. Bagaimanapun juga, hal ini tidak disarankan karena setiap bengkel memiliki catatan riwayat dan standar operasional yang berbeda.
Perpindahan bengkel membuat mekanik tidak tahu apa saja yang sudah diperbaiki atau diganti sebelumnya. Akibatnya, ia akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetahui masalah pada mobil.
-
Mekanik Kurang Ahli
Terkadang, bengkel mempunyai mekanik yang kurang ahli dalam memperbaiki mobil. Mekanik yang kurang ahli akan memiliki pengalaman minim, tidak mengantongi sertifikasi, dan mengatasi masalah hanya berdasarkan tebakan alih-alih alat pemindai.
Dampak dari hal ini adalah mekanik bisa salah dalam memberi diagnosis maupun solusi pada kerusakan mobil. Bahkan, Anda dapat mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengganti spare part yang masih berfungsi dengan baik.
-
Membersihkan dengan Kurang Detail
Servis standar memang perlu dilakukan secara rutin, seperti mengecek busi, membersihkan saringan udara, dan mengganti oli. Namun, hal-hal lain kerap dilewatkan oleh bengkel. Contohnya adalah pembersihan throttle body.
Karbon sisa pembakaran kerap menumpuk pada komponen tersebut. Jika tidak dibersihkan dengan cairan khusus, mesin akan terasa brebet hingga kehilangan tenaga. Selain itu, stasioner pun akan tidak stabil.
-
Melewati Jadwal Rutin
Inilah kesalahan yang sering dilewatkan oleh para pemilik mobil. Bahkan, mereka kerap membawanya ke bengkel ketika kerusakan sudah serius sehingga membutuhkan perbaikan dan biaya yang lebih besar.
Servis dengan jadwal rutin mampu mendeteksi kerusakan kecil sehingga bisa segera diperbaiki. Selain itu, berbagai komponen yang sudah lewat masa pakai juga akan segera diganti sebelum merusak komponen lain.
Servis mobil perlu dilakukan secara baik dengan menghindari enam poin di atas. Dengan demikian, mobil tetap bisa digunakan sebagaimana mestinya. Konsultasi lebih lanjut mengenai aktivitas tersebut bisa dilakukan di sini.